Pernah nggak sih kamu lihat antrian panjang untuk sekedar beli makanan atau minuman di mall? Faktanya, bisnis makanan di mall dengan booth memang punya daya tarik besar, traffic tinggi, target market jelas, dan branding lebih cepat dikenal.
Tapi dibalik potensi itu, banyak pebisnis F&B pemula yang belum benar-benar memahami perhitungan untung ruginya.
Sebagai vendor booth custom yang sudah membantu banyak brand F&B hadir di berbagai mall dan event, kami sering melihat bisnis yang sebenarnya laku keras tapi tetap kesulitan profit karena salah hitung biaya sejak awal.
Nah, supaya kamu nggak salah langkah, kita bahas komponen biaya, simulasi keuntungan, sampai strategi supaya booth makanan di mall bisa cuan.
Komponen Biaya Bisnis Booth Makanan di Mall
Sebelum menghitung untung rugi, kita perlu tahu dulu biaya utama dalam bisnis makanan di mall dengan booth. Secara umum, ada 4 komponen utama.
-
Biaya Sewa Lokasi Mall
Ini biasanya biaya terbesar. Di mall menengah, sewa booth kecil bisa mulai ± Rp8–15 juta/bulan. Di mall premium, bisa Rp20–40 juta/bulan tergantung lokasi (dekat eskalator, atrium, dll).
-
Biaya Pembuatan Booth

Selain meja untuk jualan, booth juga merupakan wajah brand. Booth custom F&B mall biasanya berkisar Rp 15–40 juta tergantung ukuran, material, dan desain branding.
baca juga: Jangan Salah Pilih! Ini Estimasi Harga Booth Portable Berdasarkan Material
-
Biaya Operasional Bulanan
Meliputi:
- Gaji karyawan
- Bahan baku
- Listrik & air
- Kemasan
- Maintenance
Rata-rata operasional booth makanan kecil di mall sekitar Rp 10–20 juta/bulan.
baca juga: Cara Menentukan Ukuran Backdrop untuk Booth Pameran agar Lebih Menonjol
-
Biaya Royalti atau Bagi Hasil (jika ada)
Beberapa mall menerapkan sistem revenue sharing ±5–15% dari omzet.
Simulasi Perhitungan Untung Rugi
Supaya lebih kebayang, kita pakai simulasi sederhana.
Asumsi Booth Minuman Kekinian di Mall Menengah
Sewa mall: Rp12.000.000
Operasional: Rp13.000.000
Bahan baku: Rp8.000.000
Lain-lain: Rp2.000.000
Total biaya bulanan: Rp35.000.000
Sekarang asumsi penjualan:
Harga rata-rata produk: Rp25.000
Terjual 80 cup/hari
Omzet harian: Rp2.000.000
Omzet bulanan: Rp60.000.000
Laba kotor: Rp60.000.000 – Rp37.000.000 = Rp23.000.000/bulan
Dari sini terlihat bahwa bisnis di mall dengan booth bisa sangat menguntungkan jika traffic stabil dan produk diterima pasar.
Kapan Booth di Mall Bisa Rugi?
Meski potensinya besar, ada beberapa kondisi yang sering bikin rugi:
Lokasi booth kurang strategis
Desain booth kurang menarik (orang lewat tanpa notice)
Menu kurang unik atau terlalu mahal
Kapasitas produksi lambat saat ramai
Salah estimasi target penjualan
Yang paling sering kami temui, produk sebenarnya enak, tapi tampilan booth kurang menarik market. Padahal di mall, keputusan beli sangat visual dan impulsif.
Peran Desain Booth dalam Profit Bisnis F&B Mall

Banyak orang mengira booth hanya tempat transaksi. Padahal di mall, booth adalah media marketing utama. Booth yang eye-catching bisa:
Menarik perhatian dari jauh
Memperkuat branding
Membuat produk terlihat premium
Meningkatkan impulse buying
Meningkatkan persepsi harga
Kami sering melihat peningkatan penjualan setelah brand mengganti booth lama ke desain custom yang lebih kuat secara visual dan ergonomi kerja.
Bisnis makanan di mall dengan booth adalah model usaha F&B dengan potensi profit tinggi, tetapi juga biaya tetap besar.
Kunci keberhasilannya bukan hanya di rasa makanan, tetapi juga perhitungan biaya yang realistis dan desain booth yang mampu menarik traffic yang kompetitif.
Kalau kamu sedang merencanakan membuka atau ingin upgrade tampilan booth agar lebih profitable, Grobong siap membantu mulai dari desain hingga produksi “font-weight: 400;”>booth custom F&B dan kebutuhan pameran lainnya.
Konsultasi gratis desain booth bisnis kamu sekarang bersama Grobong.